5 Mobil Legendaris ini Menjadi Buruan Kolektor

Avatar Of Teddy Chaniago
11. Max Hoffman Cars | Buliran.com

11.3 Porsche 356 Speedster | Buliran.com

Mengandalkan bodi aluminium nan mahal sehingga hanya berbobot 605 kg (160 kg lebih ringan dari coupe). Tak perlu mesin besar pula, flat four di sisi belakang cukup menghasilkan 70 hp untuk dapat mencipta senyum. Bukan sebuah hits, Porsche hanya produksi America Roadster sebanyak 16 unit.

Kendati begitu, Max Hoffman meyakinkan eksekutif di Stuttgart bahwa ada ruang untuk Porsche ikut bermain. Lebih hafal medan, Hoffman punya kriteria tersendiri. Syaratnya bukan suatu barang super eksklusif nan flamboyan, melainkan kembali ke hal mendasar. Menyenangkan dan terjangkau, ia meminta sebuah racikan minimalis seharga kurang dari 3.000 Dollar. Atas dasar itu, 356 Speedster terbentuk di akhir 1954.

Boleh dibilang Speedster adalah perkawinan silang antara 356 Cabriolet dan America Roadster. Menawarkan kenikmatan berkendara atap terbuka dengan dinamika berkendara luar biasa. Basisnya mengusung lembaran baja versi cabriolet hanya saja dengan windscreen imut. Penutup kabin memanfaatkan rain-cover top dan jendela terpisah. Perlengkapan kabin diminimalisir, terpasang bangku bucket seat ringan. Esensinya ringan dan menyenangkan. Dapat dipakai untuk bersenang-senang di sirkuit lalu dikemudikan sendiri pulang.

Generasi 356 terus bergulir hingga memuncak di 1957. Terakhir meluncur, 356 A 1500 GS Carrera GT Spider. Di bokongnya terpasang unit 1.500 cc empat silinder tiduran berkekuatan 108 hp. Tergolong kencang di masanya bahkan menjadi Porsche pertama yang sanggup dipacu hingga 200 kpj. Nama Speedster tidak lantas mati di era 911 meski baru mejeng kembali di 80an akhir.

Baca Juga   Ganti Ban Motor Sendiri? Siapa Takut, Begini Tekniknya!