Ribuan Warga Iran Protes di Sungai yang Dikeringkan

  • Share

BuliranNews, ISFAHAN – Ribuan orang berkumpul di Isfahan, Iran, pada Jumat (19/11) sambil meneriakkan kata ‘Kami disandera!” dan “Kembalikan Sungai Kami!” dengan suara yang lantang penuh kemarahan.

Mereka bergabung dengan barisan pengunjuk rasa yang telah hadir lebih dulu untuk memprotes pengalihan Sungai Zayandeh yang menyebabkan sungai paling penting di provinsi itu menjadi kering dan orang-orang kesulitan mendapatkan air.

Protes besar-besaran, yang kebanyakan dihadiri oleh para petani dari penjuru Isfahan, adalah yang terbesar sejak protes krisis air dimulai pada 8 November. Sejak tanggal itu, para pendemo mendirikan tenda di sisi sungai. Demo kemudian menyebar tidak hanya di Isfahan tetapi di penjuru Iran.

Gambar yang disiarkan di televisi pemerintah dan disebarkan di jejaring sosial menunjukkan ribuan warga menyemut di sepanjang sungai Zayandeh yang kering dengan spanduk-spanduk yang acungkan yang berisi protes keras agar pemerintah segera mengembalikan sungai harapan mereka seperti keadaan semula.

“Ribuan orang dari Isfahan, petani dari timur dan barat provinsi, telah berkumpul di tepi Sungai Zayandeh yang kering dengan tuntutan utama: biarkan sungai mengalir,” lapor seorang jurnalis televisi pemerintah di Isfahan, seperti dikutip AFP.

“Selama bertahun-tahun, tidak ada keinginan (pemerintah) untuk menyelesaikan masalah sungai penting ini,” kata wartawan itu.

Para pendemo juga berteriak, “Sungai kami dijarah selama 20 tahun” dan “air sungai harus kembali.”

Kota Isfahan adalah yang terbesar ketiga di Iran, dengan populasi sekitar dua juta. Kota ini menjadi magnet wisata karena situs warisannya, termasuk jembatan bersejarah di seberang Sungai Zayandeh, yang telah kering sejak tahun 2000.

Kekeringan dianggap sebagai salah satu penyebabnya, tetapi para petani juga menyalahkan pengalihan air sungai oleh pihak berwenang ke provinsi tetangga Yazd.

Baca Juga   Pelukis Karikatur Nabi Muhammad Asal Denmark Meninggal

Wakil Pertama Presiden Mohammad Mokhber mengatakan bahwa jajaran terkait sedang menyusun pertemuan untuk membahas masalah ini.

“Saya telah memerintahkan menteri energi dan pertanian untuk mengambil tindakan segera untuk mengatasi masalah ini,” katanya.(*/rml)

  • Share