Indonesia Krisis Chip Semikonduktor

  • Share

BuliranNews, JAKARTA – Pandemi Covid-19 turut mendorong tingginya permintaan barang elektronik dalam beberapa waktu belakangan ini. Berdasarkan statistik terbaru industri pembiayaan yang diunggah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit barang elektronik mengalami kenaikan dari Rp 3,49 triliun ke Rp 3,77 triliun dan sekaligus menjadi salah satu penopang industri pembiayaan.

Namun di sisi lain, permintaan yang tinggi tanpa diimbangi dengan suplai barang yang memadai tentu secara otomatis meningkatkan harga barang elektronik. Kondisi kelangkaan bahan baku inilah yang menjadi ‘hantu’ untuk ekspansi industri elektronik.

Saat ini kelangkaan chip dan semikonduktor global, bahan baku utama produk elektronik, menjadi salah satu penyebab. Industri elektronik dikejutkan dengan permintaan barang yang tinggi akibat pandemi sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar.

Hal itu juga diungkapkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik Oki Widjaja. Menurut dia, saat ini sedang terjadi kelangkaan semikonduktor disebabkan oleh pabrik belum memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Segala macam bentuk produk elektronika itu atau alat-alat rumah tangga butuh semikonduktor. Semikonduktor ini sedang shortage,” ujarnya.

Produsen global pun membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk membangun pabrik baru agar dapat memproduksi chip semikonduktor. Selain itu, Oki menambahkan, kondisi kelangkaan yang saat ini terjadi adalah yang terparah sepanjang sejarah.

Selain itu, kondisi saat ini diperparah dengan kondisi logam dan bijih plastik yang mengalami kelangkaan termasuk dengan situasi logistik yang bermasalah.

Menanggapi hal tersebut, Febri Hendri selaku Juru Bicara Kemenperin mengatakan, pemerintah akan lebih intens berkomunikasi dengan negara produsen dan investor semikonduktor. Komunikasi sudah dilakukan dengan beberapa investor maupun produsen dari luar megeri, salah satunya dari Jerman. Harapannya adalah dapat membangun industri chip dan semikonduktor di dalam negeri.

Baca Juga   Bodo/Glimt Bantai AS Roma 6-1

Terkait permasalahan logistik, Febri mengatakan Kemenperin telah mengambil langkah menurunkan biaya-biaya logistik untuk membantu para pengusaha menekan biaya logistik. Selain itu, pemerintah berencana membangun industri kontainer logistik dengan bekerja sama dengan PT. Krakatau Steel sebagai langkah menekan biaya impor kontainer dalam jangka panjang. (*/miq)

  • Share