Kelicuk, Camilan Berbungkus Daun dari Rejang

  • Share

KELICUK merupakan penganan tradisional dari suku Rejang. Makanan berbungkus daun pisang ini diolah dari pisang dan beras ketan.

Suku Rejang mayoritas mendiami Provinsi Bengkulu dan sebagian kecil di wilayah Sumatra Selatan. Tak salah, ada juga sebagian orang yang menyebut kelicuk sebagai kuliner khas Sumatra Selatan.

Kelicuk pada awalnya makanan saat jamuan perkawinan maupun tradisi adat suku Rejang. Kini kelicuk dibikin lebih umum untuk penganan rumahan atau makanan jajanan di pasar tradisonal.

Kelicuk bercita rasa manis. Pisang yang sudah dilumatkan diaduk merata dengan beras ketan, lalu dicampur gula dan penyedap rasa lain sesuai selera.

Beras ketan yang digunakan bisa ketan merah atau putih. Kelicuk berbentuk kerucut atau segitiga sebesar setengah kepalan orang dewasa dan dimasak dengan cara dikukus seperti memasak nasi.

Asal muasal nama kelicuk berasal dari bahasa Rejang. Kelicuk merupakan lekuran dari kelituk dan cencuk. Kelituk artinya melipat dan cencuk ditusuk dengan teluncuk.

Kata kelituk dan kencuk tersebut untuk menggambarkan pembuatannya yang kemudian menghasilkan bentuk kelicuk yang kerucut.

Kelicuk kini jadi makanan khas di Provinsi Bengkulu. Jadi, kalau kalian ke Bengkulu, tak lengkap rasanya kalau belum mencoba kelicuk. ***

 

Baca Juga   Kejar Keselamatan dengan Bubur Tri Datu Khas Tabanan
  • Share