Silek Harimau, Tradisi yang Harus Dipertahankan

  • Share
SILEK HARIMAU - Generasi muda Minang di bawah DPC IKM Jagakarsa menggelar latihan silek harimau di Sanggar De Batavia, Jagakarsa.

BuliranNews, JAKARTA – Menghadirkan budaya ranah di perantauan, bukan berarti membawa masyarakat perantauan akan kehidupan di kampung halaman. Namun, kebudayaan ranah harus diperkenalkan dan dipertahankan sebagi bentuk kepedulian dalam rangka mempertahankan tradisi dan budaya yang telah diwarisi generasi Minang dari generasi ke generasi.

Generasi muda Minangkabau, terutama mereka yang hidup di tanah rantau, harus bangga dengan budaya tersebut dan berkewajiban untuk mempertahankannya dari waktu ke waktu.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Induk Keluarga Miangkabau (DPP IKM), Hj Bundo Yemmelia saat menyempatkan diri menyaksikan latihan silek harimau yang rutin digelar DPC IKM Jagakarsa setiap pekannya di komplek Sanggar De Batavia, Jakarsa, Jumat (5/11) malam.

“Silek harimau adalah salah satu warisan budaya kita. Dengan memperkenalkan budaya itu, baik di rantau maupun di ranah, maka anak-anak muda dan generasi muda Minang akan mengenal akar budayanya,” jelas Bundo Im serius.

Budaya tersebut, tak akan pernah hilang atau punah jika terus diperkenalkan. Dan apa yang dilakukan oleh DPC IKM Jagakarsa sebagai organisasi Minang di bawah naungan DPP Induk Keluarga Minang yang dikomandani oleh Mayjend TNI (Purn) M. Fuad Basa, pantas apresiasi dan diteladani cabang-cabang IKM lainnya di penjuru tanah air.

“Saya selaku Sekjen DPP Induk Keluarga Minang, jelas sangat mengapresiasi dan mensupport, kegiatan budaya yang dilaksanakan di DPC IKM Jagakarsa,” lanjutnya.

Tak hanya memberikan acungan jempol akan kegiatan yang diselenggarakan oleh DPC IKM Jagakarsa dalam bentuk seni dan budaya, Bundo Yemmelia pun mengucapkan terima kasih atas aktifitas perekonomi dan agama yang juga dilaksanakan secara bersamaan.

“Apa yang dilaksanakan oleh DPC IKM di bawah komando Pak Khairul, harus diapresiasi. Karena memang beginilah caranya warga Minang bersosialisasi di perantauan. Dan saya harapkan ini bisa ditularkan ke IKM lainnya yang ada di seluruh penjuru tanah air,” katanya mengakhiri.

Baca Juga   Silek Harimau, Benteng Diri dan Budaya Masyarakat Minangkabau

Khairul Sikumbang selaku sipangka, saat mendapatkan pujian bertubi-tubi dari Sekjen DPP IKM mengatakan, apa yang terlaksana di DPC IKM Jagakarsa bisa terlaksana berkat partisipasi aktif  seluruh pengurus dan warga Minang yang berdomisili di Jagakarsa dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas perhatian dan dukungan Bundo selaku Sekjen DPP IKM yang telah jauh-jauh datang dari Serang dan hadir bersama kita menyaksikan latihan Silek Harimau di Sanggar IKM Jagakarsa De Batavia,” ucapnya.

Khairul optimistis, dengan adanya kebersamaan dan rasa saling memiliki antar sesama perantauan Minang di Jagarkarsa, maka semua potensi yang dimiliki akan membawa kemajuan yang lebih pesat lagi bagi IKM Jagakarsa terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Khusus menyangkut silek harimau sendiri, kegiatan itu akan membentuk karakter dan jati diri sebagai anak rantau yang selalu menjaga tradisi serta menjadikan mentalnya kuat menghadapi berbagai tantangan hidup ke depan.

“Dengan sikap mental yang kuat, generasi muda Minang menjadi lebih tangguh dan berkarakter kuat serta siap menghadapi tantangan dan pengaruh negatif yang mungkin datang,” katanya. (ted)

  • Share