Silek Harimau, Tradisi yang Harus Dipertahankan

Avatar Of Teddy Chaniago
17. Silek.jpg | Buliran.com
SILEK HARIMAU - Generasi muda Minang di bawah DPC IKM Jagakarsa menggelar latihan silek harimau di Sanggar De Batavia, Jagakarsa.

BuliranNews, JAKARTA – Menghadirkan budaya ranah di perantauan, bukan berarti membawa masyarakat perantauan akan kehidupan di kampung halaman. Namun, kebudayaan ranah harus diperkenalkan dan dipertahankan sebagi bentuk kepedulian dalam rangka mempertahankan tradisi dan budaya yang telah diwarisi generasi Minang dari generasi ke generasi.

Generasi muda Minangkabau, terutama mereka yang hidup di tanah rantau, harus bangga dengan budaya tersebut dan berkewajiban untuk mempertahankannya dari waktu ke waktu.

17.2 Silek.jpg | Buliran.com

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Induk Keluarga Miangkabau (DPP IKM), Hj Bundo Yemmelia saat menyempatkan diri menyaksikan latihan silek harimau yang rutin digelar DPC IKM Jagakarsa setiap pekannya di komplek Sanggar De Batavia, Jakarsa, Jumat (5/11) malam.

“Silek harimau adalah salah satu warisan budaya kita. Dengan memperkenalkan budaya itu, baik di rantau maupun di ranah, maka anak-anak muda dan generasi muda Minang akan mengenal akar budayanya,” jelas Bundo Im serius.

Budaya tersebut, tak akan pernah hilang atau punah jika terus diperkenalkan. Dan apa yang dilakukan oleh DPC IKM Jagakarsa sebagai organisasi Minang di bawah naungan DPP Induk Keluarga Minang yang dikomandani oleh Mayjend TNI (Purn) M. Fuad Basa, pantas apresiasi dan diteladani cabang-cabang IKM lainnya di penjuru tanah air.

“Saya selaku Sekjen DPP Induk Keluarga Minang, jelas sangat mengapresiasi dan mensupport, kegiatan budaya yang dilaksanakan di DPC IKM Jagakarsa,” lanjutnya.

Baca Juga   Kelurahan Leuwinanggung Gelar Pelatihan Karang Taruna